Jum'at, 15 maret 2013
Mamah, Bapak .. akan seperti apa aku jika kalian pergi?
pertanyaan itu terfikirkan saat melihat Bapak terbaring lemas ditempat tidur, awalnya aku masih bisa tersenyum tapi setelah aku duduk disebelahnya, melihat matanya yang tertutup tenang dengan keriput diwajahnya air mata ini mengalir deras, aku memegangi tangannya yang lemas dan tentu keriput juga, mencium tangannya pertanda aku sudah tiba dirumah. Akupun tak tega untuk membangunkan bapak yang sedang tertidur.
Tak lama, mamah memanggilku, menyuruhku memijat kakinya tanpa fikir panjang akupun langsung mengambil minyak kayu putih dan langsung duduk disebelah mamah, aku usap kakinya perlahan, tapi tidak tau kenapa air mata juga membanjiri pipiku, aku baluri seluruh bagian kaki mamah dengan kayu putih dan mulai memijat kaki mamah dengan air mata yang masih mengalir.
dalam fikirku, aku berkata "bagaimana kalau kaki mamah dan tangan bapak yang tadi aku pegang yang sudah mulai keriput nantinya menjadi kaku, bagaimana kalau muka mamah dan bapak sangat terlihat pucat pasi, bagaimana kalau nanti senyum mamah dan bapak sudah tidak bisa aku lihat lagi?, bagaimana kalau mata yg terpejam karena tidur ini tidak bisa dibuka lagi, bagaimana kalau nanti aku pulang tidak ada lagi yang menyambutku ramah dan menyiapkan makanan? dan bagaimana nasibku kalau mereka dipanggil Allah?"
pertanyaan negatif pun bergantian menghampiri otakku, air mata semakin deras mengalir ke pipiku.
dan fikiran terakhir yang hinggap adalah, jika mamah dan bapak pergi, nanti sia-sia usahaku selama ini, mumu pengen didampingin mamah dan bapak pada saat nanti wisuda, memakai baju toga dan membuat mamah-bapak tersenyum bangga, mumu pengen digandeng mamah-bapak jika nanti mumu menikah menyambut calon suami mumu, mumu pengen di walikan sama bapak..........
semangat hidup aku, semangat dan motivasi belajar mumu cuma mamah dan bapak, mumu juga pengen nunjukin kalau mumu mampu jadi seperti aa--teteh yang lain, yang udah berhasil membuat mamah dan bapak tersenyum, cuma itu yang mumu inginkan.
YA ALLAH, berilah umur yang panjang kepada orangtuaku, angkat penyakit yang bapak mumu derita, jangan sampai bapak dan mamah kesakitan, lindungi selalu kedua orangtuaku berada, dekap selalu mereka Ya Allah, aku mohon jangan ambil mamah dan bapak mumu sebelum mumu bisa buat bangga mereka, jangan biarkan air mata mengalir setetespun dari mereka kecuali air mata bahagia,
mumu sayang ibu iyoh
mumu sayang bapak hasan basri
maafin mumu yang selalu merepotkan kalian, suatu saat nanti mumu akan membalas semua yang udah mamah-bapak berikan, doakan selalu anakmu ini agar selalu bisa meraih apa yang dia inginkan dan selalu mendapat yang terbaik. AAMIIN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar