Jumat, 01 November 2013

ketika kalian*

aku bisa mendengar apa yang aku dengar, tetapi tak ada yang menjelaskan kepadaku suara apa itu dan darimana asalnya
aku bisa melihat, tetapi tidak ada yang memberi tahu apa yang telah aku lihat
aku berjalan tetapi tak ada yang memberi tahu tempat apa yang sedang aku pijak
aku bisa merasakan tetapi aku lupa cara menjelaskan apa yang aku rasakan, bahkan aku lupa bagaimana caranya berbagi
Kalian datang, menyeretku ke hutan menjelaskan ku bahwa suara gemuruh yang aku dengar itu adalah sungai
memberi tahu bahwa yang aku lihat itu adalah rindang pohon dan mekarnya bunga,
memberi tahu bahwa aku berjalan dihutan dan tanpa alas kakiku,
membantuku menjelaskan bahwa anginlah yang sedang aku rasakan
aku takut dihutan, tetapi kalian membuatku terus bersahabat dengan apa yang aku takuti selama ini,
sebuah hutan dengan sungai air yang mengalir, pohon yang rindang, bunga yang bermekaran, daun yang menghijau, tanah yang lembut untuk kakiku yang tak beralas, semua terasa indah dan itu menunjukan apa artinya kalian dalam hidupku.
Tak pernah aku merasa sehidup ini sebelumnya, entah ini mimpi atau hanya khayal? bila khayal, aku akan lebih memilih untuk hidup di dunia khayal itu,
dunia dimana aku merasa hidup tanpa elegi, tanpa merasa tuntutan, selalu sukacita, bersahabat, damai dan bebas.
Aku benci hujan, begitupun dengan panas, kalian datang saat teduh, tak ada sesuatu yang aku benci saat kalian hadir
dan pada saat matahari menembus hitam, aku berteduh dihati yang lembut, nyaman saat itu dan teduhpun terasa perlahan yang kukira karena hati kalian itu,
tetapi memang matahari telah pergi ke peraduannya dan kalian pun ikut pergi entah dimana peraduan kalian,
tanpa kalian aku bisa mendengar, melihat, merasakan dan berjalan
tetapi tidak berjiwa dan semua menjelaskan apa arti hadirnya kalian untuk diriku,
Tetapi saat matahari pergi digantikan dengan bulan dan esok akan kembali bersinar apakah kalian juga akan seperti matahari dan bulan itu?
indah, saling melengkapi dan selalu hadir disetiap saat aku membuka mata.
aku tidak bisa memaksa kalian untuk tetap, tetapi yang harus kalian tahu, aku senang walau tak lama :)
Kalian ... kalian dan kalian lah yang saat ini aku rindukan, terimakasih telah mengajarkanku apa artinya kasih sayang , lembut sentuhan tangan sahabat, hangat dekapan seorang sahabat dan senyum semangat seorang sahabat:)
diperaduan kita nanti masing-masing semoga cerita klasik kita akan tetap ada menemani perjuangan hidup kita
entah apa lagi yang akan aku katakan , semuanya terangkum dalam kata "aku sayang kalian"
Terimakasih :)

dan kamu lagi :)

September, sekitar satu tahun lalu aku mengenalmu, senyum manis nan sederhana, sikap dan tutur bahasamu telah memikat hatiku, entah kenapa hati ini sangat cepat memilihmu, dengan tanpa fikir panjang aku sudah sangat berani mempertahankan perasaan ini, perasaan yang sampai sekarang masih terjaga, masih terjaga untukmu dan hatiku. Apakabar dengan hatimu? Bahagia kah kamu dengan pilihan hatimu? Sepertinya tak pantas aku menanyakan hal itu, jelas adanya kamu sangat bahagia dengan wanita terbaik pilihanmu. Maaf kalau sampai sekarang isak tangisku masih setia menemani saat hati ini merindukan kamu, maaf juga hati ini masih belum bisa ikhlas melepas dan menerima semua keadaan, maaf kalau sampai sekarang aku masih dengan pendirianku, menunggumu dan hanya waktu yang mampu menjawab sampai kapan penantian ini akan berakhir J, sekarang aku masih dengan caraku mencintaimu yang sederhana, seperti keinginanku yang ingin dicintaimu dengan sederhana pula, maaf juga saat menulis ini semua aku kembali meneteskan air mata.
Kamu tau apa yang aku lakukan saat hati ini sangat merindukanmu? Memandang foto sambil dalam hati cerita apa saja yang ada dalam foto itu, membuka kembali catatan-catatan kecil berisi pesan text singkat darimu, sengaja aku tulis agar nanti aku masih bisa tersenyum membaca kembali candaan, kata-kata dan gombalanmu yang dulu J. Tak ingin berharap terlalu tinggi untuk bisa bersaut sapa berhadap muka nyata denganmu ka, mendengar suara dan tau tentang kabarmu dari orang lain saja sudah sangat cukup membuat hati aku tenang.  Namamu selalu hadir ditengah doaku setelah keluargaku, kamu selalu ada saat mata ini meneteskan airnya, kamu selalu ada saat hati dan fikiran ini tengah dilanda kegundahan, tak jarang tubuh ini mendapatkan hak nya untuk beristirahat layak hanya karna semalaman memikirkanmu, tak jarang pula waktu kosong aku korbankan untuk menulis sedikit tentangmu, tentang keadaan hati ini dan tentang sampai kapan aku bisa bertahan dengan perasaan ini.
Masih ingat dulu ga, sebelum kamu pergi tanpa kabar dan sebelum aku tau tentang “status” kamu dengan seorang wanita disebuah social media, kamu pernah bilang dalam pesan singkat.
Kamu : “neng, kamu harus jadi wanita kuat ya jangan cengeng, jangan cepet nangis kalau ada    apa-apa harus belajar dari sekarang ya”
Aku      : emang kenapa ka? Ko tumben bilang gitu, mau pergi bukan?
Kamu : engga ko, kaka ngga akan pergi kemana-mana, insya allah selalu ada J
………………………………………..????????
Yang menguatkan aku sampai sekarang hanya janji itu ka, janji yang mungkin kalau sekarang kamu sudah tak ingat lagi, janji yang selalu aku ingat dan mungkin hanya aku yang mengingatnya, kamu menjadi milik orang lain itu sudah menjadi scenario indah dari Allah, aku akan berusaha untuk bisa menerima itu semua, meski sampai sekarang masih dalam tahap proses dan aku hanya bisa berusaha untuk menjadi pemeran kehidupan yang tangguh menjalankan alur cerita yang allah takdirkan untuk hidupku, bahagiaku sempat ada saat kamu bahagia memiliki cinta bukan aku, bahagiaku akan selalu ada untuk kamu jika kamu selalu tersenyum dan tidak hilang dari kehidupanku, silahkan saja menghilang dari hidupku, tapi secara perlahan jangan tiba-tiba tanpa ada kabar . Tapi tak apa, aku sangat sadar dengan keadaan kamu yang sudah sangat nyaman sekarang, semua orang saat menemukan titik kenyamanan dalam hidup pasti akan lupa dengan hal yang lalu, begitupun dengan sebuah janji yang sangat tidak penting.
Nanti, saat hati ini sudah sembuh, sudah kuat dan sudah ikhlas menerima kenyataan yang ada aku akan datang tapi bukan untuk mengusik kehidupanmu, bukan untuk sombong juga karena keberhasilanku menstabilkan perasaan ini,  bukan untuk menagih janji, dan bukan untuk meminta ganti rugi atas semua air mata yang telah menetes karna kamu, tapi hanya sekedar untuk memastikan apa kamu sudah benar-benar menemukan kebahagiaan dengan orang pilihanmu?
Terimakasih karna kamu sudah sempat mengisi hatiku, terimakasih karna kamu aku bisa jadi sedikit lebih dewasa dan mengerti artinya cinta, karna kamu aku menjadi wanita yang kuat dan menghargai perasaan, karna kamu hidupku bisa lebih tertata, karna kamu selalu menghadirkan senyuman dan airmata, karna kamu sudah mengajarkan ku apa artinya ikhlas dalam memperjuangkan sebuah perasaan, karna kamu aku belajar yang namanya sabar, karna kamu juga aku mengerti tentang memilih dan dipilih J
Aku sudah sangat bahagia dengan keadaanku yang sekarang, Allah selalu ada mendampingi setiap langkah perjuanganku, keluargaku selalu setia memberikan senyuman semangat dan pelukan hangat ketenangan, sahabat-sahabatku selalu setia pula menemani dan menerima setiap apa keputusan yang aku ambil dan kamu Insya Allah akan selalu setia menemani perjalanan hati ini sampai akhir nanti ketika Allah mentakdirkan aku harus berhenti mengharapmu Didin Solihin.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang telah menjadikannya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Minggu, 07 April 2013

Heartline )"___"(

 Semua orang pasti punya pengalaman, sad, happy atau apapun yang nge-feel sama hati. Termasuk gue, banyak hal yang gue alamin.. Jelas banget, gue udah hidup didunia ini 18 tahun bahkan lebih. Namanya nangis, ketawa ngakak guling-guling udah biasa, termasuk masalah hati (read: cinta)
Damn banget, gue pernah masuk siklus pedekate-pacaran-putus-pedekate-cinta terabaikan—move on gitu gitu dan gitu deh ah *&%^$#@!@#$%%&

Naaaah, bicara masalah hati nih, buat lo didin solihin yang udah mampir sebentar dikehidupan gue, yang udah berhasil dan sangat sukses buat gue sakit hati, kalut dan beberapakali nangis, tapi tenang gue ga bakal minta ganti rugi buat semua airmata yg pernah gue tumpahin buat lo, gue ga bakal bikin lo nyesel dengan semuanya, gue ga bakal bikin lo ngerasa jadi manusia paling bersalah sepanjang abad, gue ga bakal ganggu kehidupan lo lagi, gue ga bakal datang ke kehidupan lo sebagai orang yang pernah sayang sama lo, tapi satu yang harus lo mengerti “untuk merangkai sebuah hati menjadi hati yang penuh dengan kasih sayang itu sulit, sulit sulit sulit sulit sulit dan sangaaaaaat sulit”.
Tapi gue juga mau berterimakasih sangat banyak buat semua pelajaran dan tamparan halus yang udah lo berikan ke kehidupan gue, seengganya kenal sama lo, gue jadi sedikit tertata untuk bisa lebih baik lagi.
*okeee, i’m fine.. gue nulis itu semua dengan penuh kesadaran waras ko.

Give me something true Tuhaaaaaaaan, biarkan aku tetap lurus dijalan-Mu sekarang dan nanti, biarkan masa lalu berlalu, sesekali jadi pelajaran buat hambamu ini. Aamiin

SUSAAAAAAH banget jadi orang yang so dewasa, gilaaaaaa gue pengen jait mulut orang yang udah banyak banget bikin ceritaan wrongly si mumu gini lah, si mumu gitu lah. Gue pengen ga peduli dan ngadepin ini semua dengan keep calm, easy going and be enjoy. (said abang terhebat gue @deditrialam)

Pengen ngerubah something ini jadi nothing tapi susah loooooh. Selalu pengen ngelawan, selalu pengen ngejatohin balik, gue tau umur gue udah lewat 18 tahun udah punya KTP yang fotonya so cantik dengan senyum so dewasa, udah punya tanggung jawab kuliah dan ngerjain tugas sendiri tanpa nyalin walaupun ngopy dikit doaaaang.
Yaelah, masih aja gue ga bisa punya tempat sampah buat naro semua omongan-omangan orang, masih aja gue rengek sana rengek sini pengen hidup enak, pengen diturutin apapun, masiiiiiih aja gue manja dan cengeng didepa keluarga gue, masiiiih aja gue ngerepotin sahabat-sahabat gue. Aaaaargh, padahal apa yang gue punya gue rasa udah cukup loh, lebih malah. Tapi, namanya manusia, gapernah ngerasa puas dengan apa yg udah dimilikinya,
Ya Allah, Tuhan kuuuuuuuu.. maafkan diriku ini.
Gue janji bakal ngerubah ini semua, tak lain Cuma buat kedua orang tua gue. Mom—dad, panjang umur yah sampe nanti gue sukses dan bisa bikin kalian tersenyum bangga ngeliat gue J


Sabtu, 06 April 2013

First Edellweis-Anaphalis Javanica


Belajar dari bunga edellweis..
Bunga putih berseri, sedap elok dipandang mata, bergumul menjadi satu, tanda persahabatan diantaranya, semampai indah wujudnya ternyata menyimpan begitu banyak hikmah untuk kita, untuk makhluk yang  Allah ciptaan sebagai penjaga alam semesta. Karena itu, mari kita belajar dari Edellweis ..
Edelweis, sebuah bunga yang disebut-sebut sebagai bunga abadi, ternyata Allah menyimpan banyak hikmah untuk manusia didalamnya. Bunga ini, pertama kali aku lihat tumbuh disebuah tempat bernama surya kencana, alun-alun yang berada beberapa ratus meter sebelum puncak gunung gede.
Edelweis, putih kecil, tak terlalu harum, namun tak mengurangi kecantikannya. Setiap bunganya yang gugur dan jatuh menyentuh tanah, dengan izin allah bunga tersebut akan tumbuh kembali menjadi satu pohon edellweis yang baru. Keunikannya ini yang menjadikannya mendapat julukan “The Immortal Flower” atau Bunga Abadi.
Bunga ini mampu hidup dengan suhu yang menurutku di Surya Kencana itu dibawah 18 derajat celcius. Dengan suhu serendah itu, banyak pendaki yang berada di SK menggigil tak karuan, berusaha mencari tempat paling hangat untuk istirahat atau bahkan secara tidak sengaja mengutuk Tuhan-Nya dengan mengatakan “Sialan, dingin banget disini”. Namun tidak dengan si kecil Edelweis, tetap mentaati ketetapan Tuhan-Nya dan mensyukuri nikmat Tuhan-Nya ditempat ia tumbuh.
Dia tetap tumbuh dengan terus menebar keindahan, tak peduli apapun keadaan disekitarnya, dinginkah, panaskah dia tetap memiliki keyakinan kepada Allah, bahwa keadaan disekitarnya itu tak menjadikan dirinya takluk, karena dia memiliki sandaran yang kuat. Dia Memiliki Tuhan Yang Maha Besar, Allah SWT. Seperti itulah seharusnya manusia, menjadi manusia yang selalu yakin akan Allah, Tuhan-Nya.
Edelweis mengajarkan kita untuk senantiasa bangkit dari keterpurukan. Gugurnya sehelai edellweis, mampu menghasilkan puluhan bunga yang sama atau bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya. Begitulah seharusnya kita manusia dalam menghadapi keterpurukan dalam hidup kita.
Berapa kalipun kita gagal, jangan pernah anggap itu sebagai kegagalan, jadikan itu sebuah penemuan, penemuan ‘cara yang salah’. Karena seorang penemu tak pernah langsung berhasil dalam percobaannya, mereka juga pernah gagal, tapi mereka menganggap kegagalan mereka adalah penemuan ‘cara yang salah’, bukan penemuan ‘kegagalan’. Dan kita harus meyakini bahwa kita akan dan pasti menemukan suatu ‘cara yang benar’ untuk menghadapi permasalahan yang Allah ujikan.
Kita sering berada dibawah roda kehodupan, ketika kondisi kita seperti itu, sungguh indah jika kita menjadi seperti edelweis yang gugur, dia bisa tumbuh kembali menjadi bunga, mengapa kita manusia yang ‘gugur’ dalam ujian-Nya tak mampu bangkit kembali menjadi manusia yang memiliki ‘bunga’ yang indah?
Seandainya kita memiliki kelebihan yang Allah berikan, maka yakinlah, ada kekurangan dalam diri kita. Jangan pernah sombongkan kelebihan itu dihadapan orang lain. Jadilah seperti Edelweis, dia memiliki keindahan dengan keabadian, namun dia memiliki kekurangan, yaitu harumnya tak semerbak seperti bunga yang lainnya. Bunga seindah edellweis pun memiliki kekurangan, maka manusia seindah apapun, pasti memiliki kekurangan, karena itu jangan pernah sombong dengan apa yang kita miliki saat ini.
Banyak anak yang tamak dengan ilmu yang dia miliki, sampai-sampai tidak sadar menyakiti perasaan temannya dengan kesombongan yang dia lakukan, entah sengaja atau tidak. Banyak juga anak muda yang sombong dengan hartanya, dipamerkan ke segala penjuru agar teman-temannya mengetahui bahwa dia anak yang berkecukupan, atau bahkan kelebihan harta. Ingatlah teman, semua itu akan sirna seiring berjalannya waktu. Ingatlah teman, aku dan kalian memiliki ‘borok’ yang hanya Allah saja yang tahu. Ingatlah selalu teman, aku dan kamu diciptakan seideal mungkin, seimbang antara kelebihan dan kekurangan
Terkadang aku berfikir, jangan-jangan apa yang aku anggap dalam diriku ini suatu kelebihan, ternyata itu adalah kelemahan besar di mata Allah. Pernahkan kalian berfikir seperti itu?
Namun, sekarang yang aku fikirkan adalah jangan pernah merasa malu dengan kekurangan yang kita punya, sekali lagi jadilah seperti edellweis, dia menjadikan kelebihannya untuk menjadi sebuah pemandangan yang indah di Surya Kencana , sebuah pemandangan yang bisa membuat para pendaki  yang sudah 7 jam berjalan, kembali sejuk hatinya dan tersenyum kembali wajahnya.
Jadikan kelebihan kita untuk membuat orang lain tersenyum, bukan membuat orang lain meerasa sakit hati atau kecewa, ketika kita berada diatas roda kehidupan,, ingatlah edelweis, dia akan gugur setelah berkembangnya, dia pernah berada diatas dan juga pernah dibawah. Ingatlah, tak selamanya kita berada diatas, karena pasti kita akan mengalami berada dibawah. Tak selamanya kita menang, pasti ada kalanya kita mengalami keterpurukan. Ketika kita berada dalam keterpurukan, ingat kalimat ini, takkan ada kebangkitan tanpa ada keterpurukan.






Rabu, 03 April 2013

Thanks for the memories


Heii, apakabar? apakabar dengan hatimu?
ehmmmh, mungkin masih sama dengan keadaan semula, hatimu masih teguh dengan pendirianmu memilih dirinya.. Tak apa, no problem, aku selalu mencoba buat positif thinking, mungkin kamu sedang dipinjam dia untuk sementara membahagiakan dia tapi ujungnya semoga kamulah yang tertulis di lauhul mahfudzku, aamiin :).
Bener kata yang lain, aku cuma seorang penipu ulung yang sangat pintar menyembunyikan perasaan, selalu memberikan senyuman dibalik kegundahan, tapi percaya deh, hati aku lebih lebih lebih lebih dan sangat lebih rentan dibanding kalian semua. sebuah cambukan sangat pedih saat kamu memilih dengannya, dengan semua kenangan manis yang akan selalu terekam oleh pikiranku, jujur aku belum bisa mengikhlaskan semuanya tapi semoga nanti aku bisa terbiasa, jadi jangan khawatirkan keadaanku disini, sakit hati ya pasti dong, kecewa apalagi, tapi untuk benci padamu pun tak pernah terlintas dalam fikirku, salah satu alasan kenapa aku tak bisa meninggalkanmu adalah karena dirimu selalu membuatku tersenyum bahagia ketika ku menangis, padahal karena dirimulah aku meneteskan airmata.
Kamu beranjak pergi saat hati ini mulai menyayangimu :)
Terhitung dari hari ini kesempatan ku menipis tapi tak menghapuskan harapku, terhitung hari ini pula aku mulai mencintaimu dalam diam, merindukanmu dalam sepi dan akan tetap bertahan sampai aku lelah dengan semuanya dan biarlah waktu yang akan menjawab.
Ya Allah, berapa sih harga kebahagiaan itu? cukup ga uang jajan aku tiap hari?
Dekap aku sebentaaaaar saja, agar aku bisa merasakan kedamaian yang luarbiasa, 
Ya allah, begitu banyak beban dihati ini, begitu banyak cobaan yang tertoreh, tapi aku diam dan tak ingin orang banyak tau, aku memilih untuk senyum dan berkata "aku tidak apa-apa".. Tapi apakah mereka tau hatiku terluka sangat sakit? aku mencoba untuk tegar tapi tak bisa, hanya kebohongan yang bisa aku berikan, berbohong kalau aku baik-baik saja dan selalu berusaha  untuk berkata Aku Bahagia dengan keadaan ini :)
Ya Allah, Kau tau aku bukan orang yang mudah menyerah, namun jika  kau ingin aku berhenti maka aku akan berhenti.
Aku titip dia ya Allah, dia yang selalu membuatku tersenyum, dia yang selalu terbayang dalam fikirku, dia yang sekarang sudah bahagia dengan oranglain dan dia orang kedua yang sudah sangat berhasil membuatku sakit hati, jaga dan lindungi dia selalu ya allah.












Sabtu, 16 Maret 2013

Ketakutan terbesarku

Jum'at, 15 maret 2013

Mamah, Bapak .. akan seperti apa aku jika kalian pergi?

pertanyaan itu terfikirkan saat melihat Bapak terbaring lemas ditempat tidur, awalnya aku masih bisa tersenyum tapi setelah aku duduk disebelahnya, melihat matanya yang tertutup tenang dengan keriput diwajahnya air mata ini mengalir deras, aku memegangi tangannya yang lemas dan tentu keriput juga, mencium tangannya pertanda aku sudah tiba dirumah. Akupun tak tega untuk membangunkan bapak yang sedang tertidur.
Tak lama, mamah memanggilku, menyuruhku memijat kakinya tanpa fikir panjang akupun langsung mengambil minyak kayu putih dan langsung duduk disebelah mamah, aku usap kakinya perlahan, tapi tidak tau kenapa air mata juga membanjiri pipiku, aku baluri seluruh bagian kaki mamah dengan kayu putih dan mulai memijat kaki mamah dengan air mata yang masih mengalir.
dalam fikirku, aku berkata "bagaimana kalau kaki mamah dan tangan bapak yang tadi aku pegang yang sudah mulai keriput nantinya menjadi kaku, bagaimana kalau muka mamah dan bapak sangat terlihat pucat pasi, bagaimana kalau nanti senyum mamah dan bapak sudah tidak bisa aku lihat lagi?, bagaimana kalau mata yg terpejam karena tidur ini tidak bisa dibuka lagi, bagaimana kalau nanti aku pulang tidak ada lagi yang menyambutku ramah dan menyiapkan makanan? dan bagaimana nasibku kalau mereka dipanggil Allah?"
pertanyaan negatif pun bergantian menghampiri otakku, air mata semakin deras mengalir ke pipiku.
dan fikiran terakhir yang hinggap adalah, jika mamah dan bapak pergi, nanti sia-sia usahaku selama ini, mumu pengen didampingin mamah dan bapak pada saat nanti wisuda, memakai baju toga dan membuat mamah-bapak tersenyum bangga, mumu pengen digandeng mamah-bapak jika nanti mumu menikah menyambut calon suami mumu, mumu pengen di walikan sama bapak..........
semangat hidup aku, semangat dan motivasi belajar mumu cuma mamah dan bapak, mumu juga pengen nunjukin kalau mumu mampu jadi seperti aa--teteh yang lain, yang udah berhasil membuat mamah dan bapak tersenyum, cuma itu yang mumu inginkan.

YA ALLAH, berilah umur yang panjang kepada orangtuaku, angkat penyakit yang bapak mumu derita, jangan sampai bapak dan mamah kesakitan, lindungi selalu kedua orangtuaku berada, dekap selalu mereka Ya Allah, aku mohon jangan ambil mamah dan bapak mumu sebelum mumu bisa buat bangga mereka, jangan biarkan air mata mengalir setetespun dari mereka kecuali air mata bahagia,
mumu sayang ibu iyoh
mumu sayang bapak hasan basri
maafin mumu yang selalu merepotkan kalian, suatu saat nanti mumu akan membalas semua yang udah mamah-bapak berikan, doakan selalu anakmu ini agar selalu bisa meraih apa yang dia inginkan dan selalu mendapat yang terbaik. AAMIIN

Cinta Semu



Kamu tau aku?
Aku berdiri semu, memandang lukisan semu ..
Dan apa kamu tau dia?
Dia memandangku, seraya dia berkaca karnamu ..
Apa kamu tau mereka?
Mereka memandang picik diriku, saat aku pandangi lukisan semu ..
Dan apa kamu mengerti semua keadaan ini?
Aku terdiam pada dia dan mereka,
Aku tak menoleh sedikitpun karna Lukisan Semu itu
Tapi, Putaran detik jam tetap saja tak berhasil,
Tak berhasil menyadarkan kau, Bahwa kaulah lukisan semu itu
Wahai wajah yang tampak jelas dihadapku
Namun, hati yang tak tampak padaku
Kenapa kau masih saja mengukir bayang dihati dan benakku
Kenapa kau tidak pergi dengan cintamu itu
Tuhan, Aku begitu mencintai ciptaanmu itu
Tak bisakah kau berikan hatinya padaku
Berikan Rasa sayang-Mu kepada Hatinya dan Hatiku
Agar tak ada ruang kosong untuk rasa benci diantara kita.
Izinkan aku untuk merasakan kasih sayang

*ds