24 Desember 2012
Aku memulai langkah dengan udara sejuk menyambangi pagiku, bersama kicau
burung berirama dengan langkahku, merasa embun pagi tetap jernih dan membuat
pagi menjadi lebih pagi, aku tak mengerti apa yang akan kulakukan dengan semua
keserasian yang tuhan berikan pada semua yang Ia ciptakan. Bagaimana bisa helai
daun mencintai ranting cokelat dengan segala kerentanannya, bagaimana bisa
matahari rela digantikan bulan ataupun sebaliknya, dan bagaimana bisa aku
membutuhkanmu walau ku tahu kau tak nyata. Aku memnemukan titik dimana aku
merindukan lekukan jalan, tanjakan aspal bahkan tanah, merindukan jantung ini
kau kagetkan dengan curamnya jalan, Tuhan menciptakan perpisahan datang tanpa
ada rindu kelak, itu bukan Tuhan yang membuat, semua terasa serasi dimana kita
merasakan indahnya langit beserta gumpalan awannya, terasa serasi disaat hujan
turun dan pelangi muncul dengan indahnya, terasa pantas disaat ombak bergemuruh
dengan angin yang menyertainya. Semua datang tanpa alasan, pergi tanpa pamrih semua akan tetap datang pada saatnya walau mereka tahu aku tidak bisa
memberikan apa yang seperti mereka berikan, hanya saja aku yang tidak mengerti
bagaimana menjadi mereka yang tulus dan ikhlas dengan semua kekurangannya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar