Senin, 11 Maret 2013

Laras dan Padu


24 Desember 2012

Aku memulai langkah dengan udara sejuk menyambangi pagiku, bersama kicau burung berirama dengan langkahku, merasa embun pagi tetap jernih dan membuat pagi menjadi lebih pagi, aku tak mengerti apa yang akan kulakukan dengan semua keserasian yang tuhan berikan pada semua yang Ia ciptakan. Bagaimana bisa helai daun mencintai ranting cokelat dengan segala kerentanannya, bagaimana bisa matahari rela digantikan bulan ataupun sebaliknya, dan bagaimana bisa aku membutuhkanmu walau ku tahu kau tak nyata. Aku memnemukan titik dimana aku merindukan lekukan jalan, tanjakan aspal bahkan tanah, merindukan jantung ini kau kagetkan dengan curamnya jalan, Tuhan menciptakan perpisahan datang tanpa ada rindu kelak, itu bukan Tuhan yang membuat, semua terasa serasi dimana kita merasakan indahnya langit beserta gumpalan awannya, terasa serasi disaat hujan turun dan pelangi muncul dengan indahnya, terasa pantas disaat ombak bergemuruh dengan angin yang menyertainya. Semua datang tanpa alasan, pergi tanpa pamrih semua akan tetap datang pada saatnya walau mereka tahu aku tidak bisa memberikan apa yang seperti mereka berikan, hanya saja aku yang tidak mengerti bagaimana menjadi mereka yang tulus dan ikhlas dengan semua kekurangannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar