Belajar dari bunga edellweis..
Bunga putih berseri, sedap elok
dipandang mata, bergumul menjadi satu, tanda persahabatan diantaranya, semampai
indah wujudnya ternyata menyimpan begitu banyak hikmah untuk kita, untuk
makhluk yang Allah ciptaan sebagai
penjaga alam semesta. Karena itu, mari kita belajar dari Edellweis ..
Edelweis, sebuah bunga yang
disebut-sebut sebagai bunga abadi, ternyata Allah menyimpan banyak hikmah untuk
manusia didalamnya. Bunga ini, pertama kali aku lihat tumbuh disebuah tempat
bernama surya kencana, alun-alun yang berada beberapa ratus meter sebelum
puncak gunung gede.
Edelweis, putih kecil, tak
terlalu harum, namun tak mengurangi kecantikannya. Setiap bunganya yang gugur
dan jatuh menyentuh tanah, dengan izin allah bunga tersebut akan tumbuh kembali
menjadi satu pohon edellweis yang baru. Keunikannya ini yang menjadikannya
mendapat julukan “The Immortal Flower” atau Bunga Abadi.
Bunga ini mampu hidup dengan suhu
yang menurutku di Surya Kencana itu dibawah 18 derajat celcius. Dengan suhu
serendah itu, banyak pendaki yang berada di SK menggigil tak karuan, berusaha
mencari tempat paling hangat untuk istirahat atau bahkan secara tidak sengaja
mengutuk Tuhan-Nya dengan mengatakan “Sialan, dingin banget disini”. Namun
tidak dengan si kecil Edelweis, tetap mentaati ketetapan Tuhan-Nya dan
mensyukuri nikmat Tuhan-Nya ditempat ia tumbuh.
Dia tetap tumbuh dengan terus
menebar keindahan, tak peduli apapun keadaan disekitarnya, dinginkah, panaskah
dia tetap memiliki keyakinan kepada Allah, bahwa keadaan disekitarnya itu tak
menjadikan dirinya takluk, karena dia memiliki sandaran yang kuat. Dia Memiliki
Tuhan Yang Maha Besar, Allah SWT. Seperti itulah seharusnya manusia, menjadi
manusia yang selalu yakin akan Allah, Tuhan-Nya.
Edelweis mengajarkan kita untuk
senantiasa bangkit dari keterpurukan. Gugurnya sehelai edellweis, mampu
menghasilkan puluhan bunga yang sama atau bahkan jauh lebih indah dari sebelumnya.
Begitulah seharusnya kita manusia dalam menghadapi keterpurukan dalam hidup
kita.
Berapa kalipun kita gagal, jangan
pernah anggap itu sebagai kegagalan, jadikan itu sebuah penemuan, penemuan ‘cara
yang salah’. Karena seorang penemu tak pernah langsung berhasil dalam
percobaannya, mereka juga pernah gagal, tapi mereka menganggap kegagalan mereka
adalah penemuan ‘cara yang salah’, bukan penemuan ‘kegagalan’. Dan kita harus
meyakini bahwa kita akan dan pasti menemukan suatu ‘cara yang benar’ untuk
menghadapi permasalahan yang Allah ujikan.
Kita sering berada dibawah roda
kehodupan, ketika kondisi kita seperti itu, sungguh indah jika kita menjadi
seperti edelweis yang gugur, dia bisa tumbuh kembali menjadi bunga, mengapa
kita manusia yang ‘gugur’ dalam ujian-Nya tak mampu bangkit kembali menjadi
manusia yang memiliki ‘bunga’ yang indah?
Seandainya kita memiliki
kelebihan yang Allah berikan, maka yakinlah, ada kekurangan dalam diri kita.
Jangan pernah sombongkan kelebihan itu dihadapan orang lain. Jadilah seperti
Edelweis, dia memiliki keindahan dengan keabadian, namun dia memiliki
kekurangan, yaitu harumnya tak semerbak seperti bunga yang lainnya. Bunga
seindah edellweis pun memiliki kekurangan, maka manusia seindah apapun, pasti
memiliki kekurangan, karena itu jangan pernah sombong dengan apa yang kita
miliki saat ini.
Banyak anak yang tamak dengan
ilmu yang dia miliki, sampai-sampai tidak sadar menyakiti perasaan temannya
dengan kesombongan yang dia lakukan, entah sengaja atau tidak. Banyak juga anak
muda yang sombong dengan hartanya, dipamerkan ke segala penjuru agar
teman-temannya mengetahui bahwa dia anak yang berkecukupan, atau bahkan
kelebihan harta. Ingatlah teman, semua itu akan sirna seiring berjalannya
waktu. Ingatlah teman, aku dan kalian memiliki ‘borok’ yang hanya Allah saja
yang tahu. Ingatlah selalu teman, aku dan kamu diciptakan seideal mungkin,
seimbang antara kelebihan dan kekurangan
Terkadang aku berfikir,
jangan-jangan apa yang aku anggap dalam diriku ini suatu kelebihan, ternyata
itu adalah kelemahan besar di mata Allah. Pernahkan kalian berfikir seperti
itu?
Namun, sekarang yang aku fikirkan
adalah jangan pernah merasa malu dengan kekurangan yang kita punya, sekali lagi
jadilah seperti edellweis, dia menjadikan kelebihannya untuk menjadi sebuah
pemandangan yang indah di Surya Kencana , sebuah pemandangan yang bisa membuat
para pendaki yang sudah 7 jam berjalan,
kembali sejuk hatinya dan tersenyum kembali wajahnya.
Jadikan kelebihan kita untuk
membuat orang lain tersenyum, bukan membuat orang lain meerasa sakit hati atau
kecewa, ketika kita berada diatas roda kehidupan,, ingatlah edelweis, dia akan
gugur setelah berkembangnya, dia pernah berada diatas dan juga pernah dibawah.
Ingatlah, tak selamanya kita berada diatas, karena pasti kita akan mengalami
berada dibawah. Tak selamanya kita menang, pasti ada kalanya kita mengalami
keterpurukan. Ketika kita berada dalam keterpurukan, ingat kalimat ini, takkan
ada kebangkitan tanpa ada keterpurukan.






Mbak, saya tertarik sama salah satu gambar anaphalis javanica nya... ijin copy ya...
BalasHapusterimakasih banyak sebelumnya lho Mbak... :))