September, sekitar satu
tahun lalu aku mengenalmu, senyum manis nan sederhana, sikap dan tutur bahasamu
telah memikat hatiku, entah kenapa hati ini sangat cepat memilihmu, dengan
tanpa fikir panjang aku sudah sangat berani mempertahankan perasaan ini, perasaan
yang sampai sekarang masih terjaga, masih terjaga untukmu dan hatiku. Apakabar
dengan hatimu? Bahagia kah kamu dengan pilihan hatimu? Sepertinya tak pantas
aku menanyakan hal itu, jelas adanya kamu sangat bahagia dengan wanita terbaik
pilihanmu. Maaf kalau sampai sekarang isak tangisku masih setia menemani saat
hati ini merindukan kamu, maaf juga hati ini masih belum bisa ikhlas melepas
dan menerima semua keadaan, maaf kalau sampai sekarang aku masih dengan
pendirianku, menunggumu dan hanya waktu yang mampu menjawab sampai kapan
penantian ini akan berakhir J, sekarang aku masih dengan caraku
mencintaimu yang sederhana, seperti keinginanku yang ingin dicintaimu dengan
sederhana pula, maaf juga saat menulis ini semua aku kembali meneteskan air
mata.
Kamu tau apa yang aku
lakukan saat hati ini sangat merindukanmu? Memandang foto sambil dalam hati
cerita apa saja yang ada dalam foto itu, membuka kembali catatan-catatan kecil
berisi pesan text singkat darimu, sengaja aku tulis agar nanti aku masih bisa
tersenyum membaca kembali candaan, kata-kata dan gombalanmu yang dulu J.
Tak ingin berharap terlalu tinggi untuk bisa bersaut sapa berhadap muka nyata
denganmu ka, mendengar suara dan tau tentang kabarmu dari orang lain saja sudah
sangat cukup membuat hati aku tenang. Namamu selalu hadir ditengah doaku setelah
keluargaku, kamu selalu ada saat mata ini meneteskan airnya, kamu selalu ada
saat hati dan fikiran ini tengah dilanda kegundahan, tak jarang tubuh ini
mendapatkan hak nya untuk beristirahat layak hanya karna semalaman
memikirkanmu, tak jarang pula waktu kosong aku korbankan untuk menulis sedikit
tentangmu, tentang keadaan hati ini dan tentang sampai kapan aku bisa bertahan
dengan perasaan ini.
Masih ingat dulu ga,
sebelum kamu pergi tanpa kabar dan sebelum aku tau tentang “status” kamu dengan
seorang wanita disebuah social media, kamu pernah bilang dalam pesan singkat.
Kamu : “neng, kamu harus jadi wanita kuat ya jangan
cengeng, jangan cepet nangis kalau ada
apa-apa harus belajar dari sekarang ya”
Aku : emang kenapa ka? Ko tumben bilang gitu,
mau pergi bukan?
Kamu : engga
ko, kaka ngga akan pergi kemana-mana, insya allah selalu ada J
………………………………………..????????
Yang menguatkan aku
sampai sekarang hanya janji itu ka, janji yang mungkin kalau sekarang kamu
sudah tak ingat lagi, janji yang selalu aku ingat dan mungkin hanya aku yang
mengingatnya, kamu menjadi milik orang lain itu sudah menjadi scenario indah
dari Allah, aku akan berusaha untuk bisa menerima itu semua, meski sampai
sekarang masih dalam tahap proses dan aku hanya bisa berusaha untuk menjadi
pemeran kehidupan yang tangguh menjalankan alur cerita yang allah takdirkan
untuk hidupku, bahagiaku sempat ada saat kamu bahagia memiliki cinta bukan aku,
bahagiaku akan selalu ada untuk kamu jika kamu selalu tersenyum dan tidak
hilang dari kehidupanku, silahkan saja menghilang dari hidupku, tapi secara
perlahan jangan tiba-tiba tanpa ada kabar . Tapi tak apa, aku sangat sadar
dengan keadaan kamu yang sudah sangat nyaman sekarang, semua orang saat menemukan
titik kenyamanan dalam hidup pasti akan lupa dengan hal yang lalu, begitupun
dengan sebuah janji yang sangat tidak penting.
Nanti, saat hati ini
sudah sembuh, sudah kuat dan sudah ikhlas menerima kenyataan yang ada aku akan datang
tapi bukan untuk mengusik kehidupanmu, bukan untuk sombong juga karena
keberhasilanku menstabilkan perasaan ini,
bukan untuk menagih janji, dan bukan untuk meminta ganti rugi atas semua
air mata yang telah menetes karna kamu, tapi hanya sekedar untuk memastikan apa
kamu sudah benar-benar menemukan kebahagiaan dengan orang pilihanmu?
Terimakasih karna kamu
sudah sempat mengisi hatiku, terimakasih karna kamu aku bisa jadi sedikit lebih
dewasa dan mengerti artinya cinta, karna kamu aku menjadi wanita yang kuat dan
menghargai perasaan, karna kamu hidupku bisa lebih tertata, karna kamu selalu
menghadirkan senyuman dan airmata, karna kamu sudah mengajarkan ku apa artinya
ikhlas dalam memperjuangkan sebuah perasaan, karna kamu aku belajar yang
namanya sabar, karna kamu juga aku mengerti tentang memilih dan dipilih J
Aku sudah sangat
bahagia dengan keadaanku yang sekarang, Allah selalu ada mendampingi setiap
langkah perjuanganku, keluargaku selalu setia memberikan senyuman semangat dan
pelukan hangat ketenangan, sahabat-sahabatku selalu setia pula menemani dan
menerima setiap apa keputusan yang aku ambil dan kamu Insya Allah akan selalu
setia menemani perjalanan hati ini sampai akhir nanti ketika Allah mentakdirkan
aku harus berhenti mengharapmu Didin Solihin.
Aku ingin mencintaimu
dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang
telah menjadikannya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata
yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar