Jumat, 01 November 2013

dan kamu lagi :)

September, sekitar satu tahun lalu aku mengenalmu, senyum manis nan sederhana, sikap dan tutur bahasamu telah memikat hatiku, entah kenapa hati ini sangat cepat memilihmu, dengan tanpa fikir panjang aku sudah sangat berani mempertahankan perasaan ini, perasaan yang sampai sekarang masih terjaga, masih terjaga untukmu dan hatiku. Apakabar dengan hatimu? Bahagia kah kamu dengan pilihan hatimu? Sepertinya tak pantas aku menanyakan hal itu, jelas adanya kamu sangat bahagia dengan wanita terbaik pilihanmu. Maaf kalau sampai sekarang isak tangisku masih setia menemani saat hati ini merindukan kamu, maaf juga hati ini masih belum bisa ikhlas melepas dan menerima semua keadaan, maaf kalau sampai sekarang aku masih dengan pendirianku, menunggumu dan hanya waktu yang mampu menjawab sampai kapan penantian ini akan berakhir J, sekarang aku masih dengan caraku mencintaimu yang sederhana, seperti keinginanku yang ingin dicintaimu dengan sederhana pula, maaf juga saat menulis ini semua aku kembali meneteskan air mata.
Kamu tau apa yang aku lakukan saat hati ini sangat merindukanmu? Memandang foto sambil dalam hati cerita apa saja yang ada dalam foto itu, membuka kembali catatan-catatan kecil berisi pesan text singkat darimu, sengaja aku tulis agar nanti aku masih bisa tersenyum membaca kembali candaan, kata-kata dan gombalanmu yang dulu J. Tak ingin berharap terlalu tinggi untuk bisa bersaut sapa berhadap muka nyata denganmu ka, mendengar suara dan tau tentang kabarmu dari orang lain saja sudah sangat cukup membuat hati aku tenang.  Namamu selalu hadir ditengah doaku setelah keluargaku, kamu selalu ada saat mata ini meneteskan airnya, kamu selalu ada saat hati dan fikiran ini tengah dilanda kegundahan, tak jarang tubuh ini mendapatkan hak nya untuk beristirahat layak hanya karna semalaman memikirkanmu, tak jarang pula waktu kosong aku korbankan untuk menulis sedikit tentangmu, tentang keadaan hati ini dan tentang sampai kapan aku bisa bertahan dengan perasaan ini.
Masih ingat dulu ga, sebelum kamu pergi tanpa kabar dan sebelum aku tau tentang “status” kamu dengan seorang wanita disebuah social media, kamu pernah bilang dalam pesan singkat.
Kamu : “neng, kamu harus jadi wanita kuat ya jangan cengeng, jangan cepet nangis kalau ada    apa-apa harus belajar dari sekarang ya”
Aku      : emang kenapa ka? Ko tumben bilang gitu, mau pergi bukan?
Kamu : engga ko, kaka ngga akan pergi kemana-mana, insya allah selalu ada J
………………………………………..????????
Yang menguatkan aku sampai sekarang hanya janji itu ka, janji yang mungkin kalau sekarang kamu sudah tak ingat lagi, janji yang selalu aku ingat dan mungkin hanya aku yang mengingatnya, kamu menjadi milik orang lain itu sudah menjadi scenario indah dari Allah, aku akan berusaha untuk bisa menerima itu semua, meski sampai sekarang masih dalam tahap proses dan aku hanya bisa berusaha untuk menjadi pemeran kehidupan yang tangguh menjalankan alur cerita yang allah takdirkan untuk hidupku, bahagiaku sempat ada saat kamu bahagia memiliki cinta bukan aku, bahagiaku akan selalu ada untuk kamu jika kamu selalu tersenyum dan tidak hilang dari kehidupanku, silahkan saja menghilang dari hidupku, tapi secara perlahan jangan tiba-tiba tanpa ada kabar . Tapi tak apa, aku sangat sadar dengan keadaan kamu yang sudah sangat nyaman sekarang, semua orang saat menemukan titik kenyamanan dalam hidup pasti akan lupa dengan hal yang lalu, begitupun dengan sebuah janji yang sangat tidak penting.
Nanti, saat hati ini sudah sembuh, sudah kuat dan sudah ikhlas menerima kenyataan yang ada aku akan datang tapi bukan untuk mengusik kehidupanmu, bukan untuk sombong juga karena keberhasilanku menstabilkan perasaan ini,  bukan untuk menagih janji, dan bukan untuk meminta ganti rugi atas semua air mata yang telah menetes karna kamu, tapi hanya sekedar untuk memastikan apa kamu sudah benar-benar menemukan kebahagiaan dengan orang pilihanmu?
Terimakasih karna kamu sudah sempat mengisi hatiku, terimakasih karna kamu aku bisa jadi sedikit lebih dewasa dan mengerti artinya cinta, karna kamu aku menjadi wanita yang kuat dan menghargai perasaan, karna kamu hidupku bisa lebih tertata, karna kamu selalu menghadirkan senyuman dan airmata, karna kamu sudah mengajarkan ku apa artinya ikhlas dalam memperjuangkan sebuah perasaan, karna kamu aku belajar yang namanya sabar, karna kamu juga aku mengerti tentang memilih dan dipilih J
Aku sudah sangat bahagia dengan keadaanku yang sekarang, Allah selalu ada mendampingi setiap langkah perjuanganku, keluargaku selalu setia memberikan senyuman semangat dan pelukan hangat ketenangan, sahabat-sahabatku selalu setia pula menemani dan menerima setiap apa keputusan yang aku ambil dan kamu Insya Allah akan selalu setia menemani perjalanan hati ini sampai akhir nanti ketika Allah mentakdirkan aku harus berhenti mengharapmu Didin Solihin.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat diucapkan kayu kepada api yang telah menjadikannya abu, aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar